Pizaro Gozali İdrus
16 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Tingkat polusi dan debu berbahaya di Bangkok, Thailand berangsur menurun setelah pemerintah menciptakan hujan buatan, lansir Bangkok Post pada Rabu.
Juru bicara pemerintah Thailand Buddhipongse Punnakanta mengatakan Kementerian Pertanian melaporkan hujan mulai turun di distrik Phaya Thai, Prawet, Bang Kapi dan Huai Khwang di Bangkok dan beberapa provinsi di Nonthaburi dan Pathum Thani.
Departemen Pengendalian Pencemaran Thailand menemukan tingkat partikel debu dengan diameter 2,5 mikrometer atau kurang (PM2.5) telah turun dari 82 menjadi 72 mikrogram per meter kubik udara di distrik Bang Khunthian, dari 53 menjadi 43 mikrogram di distrik Phaya Thai, dan dari 74 hingga 65 mikrogam di distrik Phra Nakhon, Bangkok.
Tingkat debu halus juga turun dari 66 menjadi 60 mikrogam di wilayah Muang, provinsi Samut Prakan dan wilayah Krathumbaen, provinsi Samut Sakhon, kata Buddhipongse.
Level aman berada pada 50 mikogram.
Operasi hujan buatan untuk mengurangi tingkat polusi akan terus berlanjut, bersama langkah-langkah lainnya untuk mengendalikan debu dan asap, kata Buddhipongse.
Departemen Pengendalian Pencemaran memperkirakan kondisi cuaca akan membaik pada Kamis, dengan perkiraan hujan turun pada 20 persen wilayah Bangkok.
Pada Rabu tingkat partikel turun ke tingkat yang aman di beberapa daerah Bangkok yang lebih besar, dengan pembacaan 35-65 mikrogram, kata departemen itu.
Institusi lingkungan hidup Greenpeace menyebut bahwa Bangkok saat ini merupakan kota dengan tingkat polusi terparah diperingkat ke-10 di dunia.
Polusi di Bangkok disebabkan oleh asap knalpot kendaraan, pembakaran ladang oleh petani di luar kota, serta polutan dari pabrik-pabrik.
Menurut laman pemantau kualitas udara independen Air Visual, polusi di Bangkok pada Senin telah mencapai level “tak sehat” dengan berada pada indeks 156.