Hayati Nupus
06 Agustus 2018•Update: 06 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meliburkan sekolah di provinsinya terkait gempa berkekuatan 7 skala richter yang kembali mengguncang Minggu malam.
Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi mengatakan peliburan sekolah itu bertujuan untuk menghindari bencana susulan akibat bangunan yang retak atau roboh.
“Sekolah saya instruksikan libur hari ini, sekalian perangkat [Dinas] Pekerjaan Umum mengecek bangunan sekolah, barangkali ada yang terdampak, agar bisa segera diperbaiki,” ujar Zainul pada Senin.
Zainul juga mengatakan sejak semalam pihaknya telah mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak panik.
“Penting tetap menjaga ketenangan di tengah musibah,” kata Zainul.
Tim gabungan dari berbagai lembaga, ujar Zainul, telah datang untuk mengevakuasi korban dan memberi bantuan. Di antaranya Ketua Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB).
Saat ini, ungkap Zainul, pihaknya tengah menghitung dan mendata wilayah yang terkena dampak.
Dengan magnitude lebih besar, kata Zainul, dimungkinkan akan ada kerusakan baru.
“Ada yang melaporkan satu dusun hampir rata dengan tanah, di beberapa daerah juga kerusakan masif,” ujar dia.
Sementara pendataan wilayah yang rusak akibat gempa pekan lalu sudah rampung. Pemerintah telah memberikan data pembangunan sesuai nama dan alamat.
“Sudah oleh pemerintah, sesuai by name dan by address, sudah ditransfer, yang tidak punya rekening sudah dibuatkan rekening,” kata Zainul.
Gempa bumi berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, Minggu malam.
Badan Nasional Penanganan Bencana menyebutkan, hingga pagi ini, gempa menewaskan 91 orang, ratusan terluka dan ribuan rumah rusak.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers Minggu malam mengatakan pusat gempa relatif sama dengan guncangan pada Minggu pekan lalu. Yaitu pada 8,37 derajat Lintang Selatan (LS) dan 116,48 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 15 kilometer (km) berjarak 18 km timur laut Lombok Timur atau di lereng utara timur laut Gunung Rinjani.
Gempa ini menurutnya adalah gempa dangkal yang terjadi akibat pergerakan naik sesar Flores yang terjadi karena deformasi batuan ke atas.
Terjadi tsunami kecil pada tiga titik yaitu di Desa Carik setinggi 13,5 sentimeter (cm) Desa Badas 10 cm dan Desa Lembar 9 cm.
“Ini adalah gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya,” ujar dia.