Erric Permana
06 Agustus 2018•Update: 07 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) menyatakan hampir sebagian masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) enggan untuk tinggal di rumahnya masing-masing akibat gempa 7 SR yang terjadi pada Minggu.
Pemerintah telah mengirimkan 100 tenda dan pasukan Marinir untuk membantu masyarakat dengan dua Pesawat Hercules milik TNI pada hari ini.
"Ada dua kali penerbangan Hercules dari TNI AU yang diisi oleh pasukan Marinir 100 orang membawa 4 ton 700 kg tenda makanan, air, obat-obatan," ujar Wiranto di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Senin.
Dia pun memperkirakan korban meninggal dan luka akibat gempa tersebut bakal terus bertambah.
Berdasarkan catatannya saat ini korban meninggal mencapai 90 orang.
"Kemungkinan masih bertambah karena kita perlu menggali lagi rumah yang roboh yang di dalamnya masih tertimbun korban bencana ini, dan ini masih membutuhkan waktu kemudian juga dari lapangan kita mendapat laporan bahwa masyarakat kebanyakan tidak berani untuk tinggal di rumah," tambah dia.
Dia pun menyatakan dua kapal milik TNI AL sudah diberangkatkan ke wilayah Lombok Utara untuk menjadi rumah sakit darurat di sana. Kapal tersebut juga kata dia untuk mengevakuasi warga di wilayah Gili Trawangan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri menyatakan tidak ada wisatawan asing yang menjadi korban luka akibat gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya pada Minggu.
Melalui akun Twitter resminya, Kementerian Luar Negeri juga menyatakan situasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan juga Bali saat ini masih kondusif.
Kementerian Luar Negeri juga menegaskan Bandara di Lombok serta di Bali masih tetap beroperasi.