Gempa tektonik berkekuatan 4,7 skala richter mengguncang Poso, Senin, pukul 11.51 WITB.
Lokasi episenter terletak di kedalaman 10 km darat, pada koordinat 1,26 LS – 120,41 BT, berjarak 38 km arah barat daya Poso.
Berdasarkan Peta Shakemap Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), guncangan kuat terjadi khususnya di Tambarana, Wuasa, Tawaelia, Mauro, Sedoa, Torue, Parimo, dan sekitarnya.
Warga panik dan berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Guncangan dirasakan oleh orang banyak, benda tergantung berayun, dan jendela kaca bergetar kencang," ujar Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Senin.
Gempa serupa berkekuatan 6,6 SR juga mengguncang Poso pada 29 Mei lalu. Sejak itu, berdasarkan pemantauan BMKG, gempa susulan terus mengguncang wilayah Palolo, Sausu, hingga Lembah Napu.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hipisenternya, gempa dipicu aktivitas sesar (patahan) aktif. "Diperkirakan struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah segmen paling utara dari Sesar Malei," ujar Daryono.