Erric Permana
11 Agustus 2017•Update: 12 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia telah mengonfirmasi bahwa 17 warga negara Indonesia (WNI) yang melarikan diri dari kelompok terror Daesh atau ISIS di Raqqa berhasil diselamatkan.
Informasi itu sampaikan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir pada Anadolu Agency, Kamis. Menurutnya ke 17 WNI telah keluar dari Suriah setelah ditampung oleh kelompok Kurdi anti Daesh di Suriah Utara dan dibantu pihak ketiga yang merupakan perwakilan KBRI di Irak.
Fachir tidak menjelaskan secara rinci, siapa pihak ketiga yang melakukan penjemputan terhadap WNI tersebut. Menurutnya, dia menggunakan jasa pemerintah setempat.
“Tentunya penguasa di wilayah itu. Yah penguasa situlah. Otoritas setempat,” katanya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Dia memastikan 17 WNI tersebut dalam kondisi aman.
Fachir menceritakan kalau penjemputan ke 17 WNI itu penuh dinamika karena setiap lokasi yang dilewati penuh ancaman. Itulah alasannya KBRI mengunakan jasa pihak ketiga yang sudah tahu kondisi lapangan.
Dia tidak bisa memperkirakan kapan WNI yang berhasil kabur dari Daesh tersebut sampai di Indonesia.
Sebelumnya 17 orang Indonesia berhasil kabur dari Kelompok Teroris Daesh di Raqqa, Suriah. Mereka mengaku tertipu oleh janji manis Daesh yang akan memberikan pendidikan gratis dan fasilitas kesehatan. Namun, kenyataan didapat justru sangat berbeda setelah mereka tiba di lokasi.
Menururt pihak Kemenlu, 17 WNI itu termasuk 12 wanita dan lima pria. Pemerintah sudah mengetahui keberadaan para WNI ini sejak pertengahan Juni lalu. Mereka disebutkan berada di Ain Issa dan Kobane, Suriah, yang terletak kurang lebih 500 km dari Erbil, Ibu kota Pemerintahan Regional Kurdistan yang masih bagian dari Irak.