Megiza Soeharto Asmail
11 Juli 2018•Update: 20 Juli 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
International Animal Rescue (IAR) Indonesia diganjar penghargaan internasional untuk kategori Sanctuary Excellence 2018. Penghargaan itu diberikan oleh The Global Federation of Animal Sanctuaries yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam keterangan resminya yang diterima Anadolu Agency, IAR Indonesia menjelaskan penghargaan tersebut diberikan atas prestasi dan dedikasinya sebagai pusat rehabilitasi satwa orangutan dan kukang dengan standar dan reputasi internasional.
Ketua Umum IAR Indonesia Tantyo Bangun menjelaskan penghargaan tahunan ini diberikan kepada drh. Karmele Llano Sanchez atas prestasi dan dedikasinya dalam membuat IAR Indonesia sebagai tempat rehabilitasi berstandar dunia.
“Bukan hal yang mengejutkan bagi kami semua bahwa Karmele meraih penghargaan ini. Pelaksanaan program di bawah kepemimpinannya, menjadikan tim IAR di Indonesia menjaga standar tinggi atas dedikasi, profesionalisme, dan perawatan satwa,” ujar Tantyo.
Dalam pengumumannya, Karmele pun menyatakan mendedikasikan penghargaan ini untuk seluruh tim IAR Indonesia.
“Sebuah tim yang sangat berdedikasi yang berhasil mewujudkan bagi kita semua untuk meraih penghargaan ini. Saya berterima kasih kepada seluruh tim bahwa IAR dengan bangga bisa meraih pengakuan internasional ini,” kata Karmele.
Pemberian penghargaan tahun ini menandai usia kesepuluh dari GFAS Award. Selain Karmele Llano Sanchez, penghargaan tahun ini juga diberikan kepada Patti Ragan dari Center for Great Apes.
Penghargaan Carole Noon Award untuk Sanctuary Excellence diberikan setiap tahun kepada individu yang mewujudkan dan menerapkan filosofi GFAS dalam hal visi, dedikasi, dan keunggulan pada perawatan satwa yang berada di suaka rehabilitasi.
Nama penghargaan ini diambil dari sosok Carole Noon, pendiri Save the Chimps di Fort Pierce, Florida, Amerika Serikat, yang merupakan suaka simpanse terbesar di dunia.
Di Indonesia, IAR berlokasi di dua tempat yakni di Ketapang, Kalimantan Barat dan di Ciapus, Bogor, Jawa Barat. IAR Indonesia melibatkan masyarakat setempat tidak hanya sebagai tenaga kerja, namun juga sebagai mitra yang setara dalam program-program lingkungan hidup yang diinisiasi.
Hingga saat ini, IAR Indonesia didukung oleh 189 karyawan lokal dari total karyawan yang berjumlah 228 - baik di Ketapang dan Ciapus, maupun di situs pelepasliaran orangutan di Kabupaten Melawi. Dari 132 orang yang berkerja di pusat rehabilitasi IAR Indonesia di Ketapang, 114 orang di antaranya adalah warga asli Kabupaten Ketapang.
Selain bermitra dengan warga setempat, IAR Indonesia telah menjalin kerjasama dengan sejumlah instansi pemerintah baik di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat. Di antaranya dengan, BKSDA Kalbar, Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemerintah Kabupaten Ketapang, hingga Universitas Tanjungpura, dan beberapa Balai Taman Nasional, seperti TN Gunung Palung dan Bukit Baka Bukit Raya.