07 Oktober 2017•Update: 07 Oktober 2017
Ali Jawad
BAGHDAD
Irak meminta Turki dan Iran menutup penyeberangan perbatasan dengan wilayah Kurdi di Irak utara, ujar juru bicara kementerian luar negeri Irak, Jumat.
Juru bicara kementerian Ahmed Mahgoub mengatakan sebuah memo formal telah dikirim ke kedutaan besar Turki dan Iran di Baghdad yang meminta mereka menghentikan transaksi komersial dengan pihak Kurdi dan hanya berurusan dengan pemerintah federal.
"Pemerintah Irak bekerja sama dengan Turki dan Iran mendesak semua tindakan diambil guna menyelamatkan undang-undang dan konstitusi," kata juru bicara tersebut.
Setelah pemungutan suara, Baghdad melarang penerbangan internasional ke daerah Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) dan menutup misi luar negeri di wilayah Kurdi.
Hasil pemilu yang dirilis oleh KRG (di mana Erbil menjadi ibu kota administratif mereka) itu menyatakan, hampir 93 persen warga memilih untuk berpisah dari Baghdad.
Referendum tersebut mendapat kecaman dari pihak regional maupun internasional, karena dikhawatirkan mengganggu perjuangan melawan terorisme dan memicu destabilisasi di kawasan Timur Tengah.