24 Agustus 2017•Update: 24 Agustus 2017
Tuba Sahin
ANKARA
Data Institut Statistik Turki (TurkStat) menunjukkan bahwa jumlah properti perumahan yang terjual di Turki meningkat 42,3 persen pada Juli 2017.
Sebanyak 115.869 rumah telah berpindah tangan selama bulan tersebut, naik 19 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kepala Asosiasi Kontraktor Istanbul di sisi Anatolia Melih Tavukcuoglu berkata, peningkatan penjualan mencerminkan kepercayaan konsumen di sektor ini dan juga dampak positif dari kampanye real estate.
Perumahan mewah yang dijual dengan harga yang lebih rendah, hampir 30 persen – karena tingkat penawaran yang lebih tinggi daripada permintaan – adalah faktor utamanya.
“Angka penjualan rumah ke warga asing mencapai 1.726, meningkat 65,3 persen dibanding dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya,” kata TurkStat.
Hampir 31 persen (atau 528 unit) dari jumlah penjualan ke warga asing berada di Istanbul, kota dengan jumlah populasi terbesar di Turki.
Setelah Istanbul, kota resor Mediterania, Antalya, menempati urutan kedua dengan 386 properti, dan Provinsi Trabzon di kawasan Laut Hitam dengan 121 unit.
Tavukcoglu mengatakan jumlah rumah yang dijual ke warga asing di Provinsi Trabzon meningkat 2 kali lipat dibandingkan dengan Juli tahun lalu.
“Pemandangan hijau di kawasan ini memikat masyarakat Timur Tengah,” jelasnya.
Tokoh dari TurkStat mengungkapkan bahwa warga Irak menduduki puncak daftar pembeli dengan 293 properti, diikuti oleh Arab Saudi dengan 248 unit, Kuwait 144, Rusia 118, dan Inggris 76.