Muhammad Abdullah Azzam
01 November 2017•Update: 02 November 2017
Bestami Bodruk
DİYARBAKIR, Turki
Zübeyir Atli, seorang juru masak di restoran kota Diyarbakir, membuat karya seni dengan sayuran dan buah-buahan seperti semangka, labu, lobak, wortel dan timun. Atli (36) mengubah semangka dan labu kuning menjadi bunga cantik dengan pisau khusus dan sentuhan tangan halusnya.
Dengan keahliannya, Atli sukses mengubah lobak menjadi “angsa”, labu kuning menjadi “Naga”, dan semangka menjadi “mawar merah”. Selain jago membuat makanan lezat, Atli berhasil menarik perhatian pengunjung restoran dengan dekorasi seninya.
“Rasa ingin tahu saya akan seni ini bermula saat membuat mainan dari lumpur waktu kecil,” ungkap Atli kepada Anadolu Agency. Pada 15 tahun silam, dia masuk ke sektor pariwisata di kota Antalya.
Kala itu, ia memulai profesi sebagai juru masak di sebuah hotel di kota tersebut. “Saat itu ada master yang pintar dalam membuat hiasan dari labu dan semangka. Saya takjub ketika melihat mereka menciptakan seni itu,” kata dia.
“Sejak itu, saya jadi antusias dan mulai menekuni bidang ini. Saya sudah melakoni seni ini sekitar 3-4 tahun,” tambah dia. Pekerjaannya ini dia namakan "seni dekorasi dapur".
Bukan hanya bisa menghias semangka dan labu saja, namun Atli juga mampu mendekorasi sayuran dan buah-buahan lain.
“Sayuran dan buah-buahan ada yang susah dan ada pula yang mudah untuk diolah,” ungkap Atli.
Menurut dia, hal yang paling sulit adalah tomat karena susah dijadikan dengan berbagai macam bentuk. Dan yang paling menyenangkan adalah labu karena bentuknya bagus dan menyenangkan untuk diolah.
“Warnanya hanya satu dan keras,” ujar dia.
Semangka, aku dia, agak sulit didekorasi karena memiliki 3 buah warna, yakni hijau, putih dan merah.
“Oleh karena itu, kamu tidak bisa mengolah semangka menjadi apapun, tetapi Anda bisa mengolah apapun yang kamu inginkan dari Labu," ujar Atli.
Beberapa hiasan dapat dia selesaikan dalam waktu 10 atau 15 menit. Namun, ada beberapa figur lainnya yang dia buat selama 3 atau 4 jam. Atli mengatakan dia menbuat seni-seni tersebut sesuai apa yang dikhayalkan saat itu juga.
Atli menambahkan pekerjaan ini hanya dilakukan dengan pisau-pisau khusus, dan pekerjaan ini membutuhkan skill tersendiri. "Pekerjaan ini tidak menerima kesalahan. Ketika membuat kesalahan, Anda akan memulainya dari awal lagi,” terang dia.