Erric Permana
15 November 2017•Update: 15 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Organisasi Polisi Negara Asia Tenggara atau ASEANAPOL menyatakan kematian akibat kecelakaan lalu lintas lebih tinggi dibandingkan kematian akibat kejahatan transnasional atau teroris.
Direktur Eksekutif Sekretariat ASEANAPOL Yohannes Agus Mulyono mengatakan berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO) kematian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 1,2 juta orang pada 2016 lalu di seluruh dunia.
"25 persen di antaranya kecelakaan lalu lintas terjadi di Asia Tenggara," ujar Yohannes Agus Mulyono saat membuka acara 2nd ASEANAPOL Police Traffic Forum di Jakarta pada Selasa.
Ini pun dibenarkan oleh Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa yang mengatakan di Indonesia saja angka kecelakaan setiap tahunnya mencapai 28 - 30 ribu orang tewas.
"Kecelakaan itu kan terjadinya sporadis, terjadinya di sana sini, jumlahnya kecil, kalau dikumpulin per bulan per tahun besar juga," ujar Royke.
Indonesia pun kata dia berada di urutan 2 atau 3 dari bawah yang masuk dalam daftar korban kecelakaan terbanyak di negara Asia Tenggara. Dia mengaku akan meniru negara lain untuk menekan angka korban.
"Yang bagus [manajemen lalu lintasnya] kan Singapura dan Brunei Darussalam," kata dia.
Itu sebab, ASEANAPOL menggelar pertemuan tahunan untuk membahas mengenai manajemen lalu lintas di setiap negara yang menjadi anggota.
Direktur Eksekutif Sekretariat ASEANAPOL Yohannes Agus Mulyono mengatakan ASEANAPOL telah memiliki kerjasama untuk memerangi kejahatan transnasional. Namun, hingga kini belum ada kerjasama dalam manajemen lalu lintas.
Dia berharap dalam pertemuan ini bisa dihasilkan standarisasi manajemen lalu lintas di negara ASEAN.
"Ada standarisasi soal kepatuhan aturan lalu lintas, saling belajar," pungkas Yohannes Agus Mulyono.