Erric Permana
15 November 2017•Update: 16 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyerahkan sepenuhnya keputusan untuk menindak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengisolasi 1.300 warga Papua kepada Kapolda Papua dan Pangdam Jayapura.
Menurutnya keputusan untuk melakukan tindakan persuasif ataupun represif ditentukan oleh kedua pimpinan aparat keamanan di sana karena lebih mengetahui kondisi di lapangan.
"Mereka yang di lapangan tahu situasinya. Kita di Jakarta tidak tahu situasi sebenarnya," ujar Tito usai menghadiri acara 2nd ASEAN Traffic Police Forum (ATPF) 2017 di Jakarta.
Meski demikian,Tito mengaku hingga saat ini masih menggunakan upaya persuasif berupa mediasi. Hal ini dilakukan agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban.
"Ada masyarakat di sana kita tidak ingin menjadi korban itu atensi kita nomor satu," tambah dia.
Polri pun telah mengirim tim untuk melakukan mediasi dengan KKB. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas ) Divhumas Polri mengtakan Upaya tersebut terus dilakukan meski bantuan dari pemerintah untuk warga yang diisolir dirampas oleh kelomok itu.
"Masih diplomasi kita kedepankan berbagai macam pihak baik itu ketua-ketua adat kemudian para pendeta dan pastur," jelas Rikwanto.
Menurut Rikwanto dibutuhkan pendekatan tertentu dalam menghadapi kasus ini. Sebab, dia mengakui medan untuk melakukan pergerakan di Tembagapura sangat sulit.
"Gunung di sana itu terjal, tinggi sekali jadi bukan landai seperti Gunung Pangrango, Gunung Gede ya. Jadi dia sangat vertikal bahkan sampai 4 dan 5 derajat," pungkas dia.