Pizaro Gozali İdrus
24 September 2018•Update: 25 September 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Koalisi masyarakat lintas agama yang tergabung dalam Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) mendukung rencana pidato Presiden Palestina Mahmoud Abbas di sidang umum PBB pada 27 September mendatang.
Ketua PPIP Din Syamsuddin mendesak PBB lewat sidang umum untuk menyelesaikan masalah Palestina.
Din juga meminta PBB tidak membiarkan keputusan dari negara mana pun mengganggu proses perdamaian di Palestina, termasuk pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem.
“Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan dukungan kepada Presiden Mahmoud Abbas yang akan pidato di Sidang Umum PBB,” ucap Din dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta pada Senin.
Din meminta Abbas untuk terus berjuang dalam sidang umum PBB sehingga tercapai kemerdekaan Palestina.
Menurut Din, ketidakadilan global masih terasa sangat nyata di Palestina. Din khawatir jika persoalan Palestina tidak selesai akan berdampak bagi situasi global.
“Wahai Presiden Abbas berjalanlah sesuai keyakinan Anda dan yakinlah tentang langkah-langkah yang akan Anda lakukan,” pesan Din.
Dukungan kepada Abbas juga datang dari elemen umat Hindu, Budha, Konghucu, Kristen, dan Katolik.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia I Nyoman Udayana Sangging mendukung bangsa Palestina untuk merdeka. I Nyoman juga menolak kekerasan Israel terhadap Palestina.
“Semua manusia bersaudara. Tiap manusia menginginkan kedamaian,” jelas I Nyoman.
Sedangkan Ketua Perhimpunan Majelis Agama Budha Indonesia Phillip Widjaja menyampaikan bahwa umat Budha secara penuh mendukung warga Palestina.
“Kami selalu berada di belakang Anda,” kata Widjaja.
Dalam kesempatan sama, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko menyampaikan Indonesia berkomitmen penuh dalam upaya-upaya Palestina dalam mencapai kemerdekaan.
Indonesia, kata Sunarko, selama ini berjuang memberikan dukungan untuk keanggotaan penuh Palestina dalam forum-forum internasional.
“Posisi kita sangat jelas untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui berbagai jalur,” kata Sunarko.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan memberikan pidato mengenai kesulitan yang dihadapi Palestina terkini, khususnya terkait kebijakan AS dalam sidang umum PBB.
Kebijakan tersebut antara lain pemindahan Kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem, menghentikan dana UNRWA, menutup dukungan UNHCR, menutup kantor PLO di Washington dan kebijakan-kebijakan lainnya yang akan mengintimidasi Palestina.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun mengaku negaranya membutuhkan dukungan dari masyarakat internasional.