Pizaro Gozali İdrus
24 Oktober 2018•Update: 25 Oktober 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespon hasil investigasi Turki yang menunjukkan adanya pembunuhan terencana dalam kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafidhuddin mengatakan pembunuhan yang dilakukan secara tidak adil dan terencana adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan siapapun.
“Apalagi oleh pemerintahan [Arab Saudi] kepada wartawannya sendiri. Kritis itu memang sifatnya wartawan,” kata Didin dalam wawancara dengan Anadolu Agency pada Selasa.
Menurut Didin, Khashoggi telah memberikan input-input positif bagi negara Arab Saudi. Dalam merespons perbedaan pendapat, terang Didin, Arab Saudi tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan perkembangan umat.
“Itu kan namanya menghalalkan segala macam cara. Hanya karena suka mengkritik dia langsung dibunuh,” urai Didin.
Didin menambahkan jika ada kritik-kritik, seharusnya Arab Saudi merespons secara dialogis dengan mengedepankan musyawarah.
“Mungkin yang dilihat dari Jamal Khashoggi itu ada sesuatu yang perku diluruskan,” kata Didin.
Didin meminta kasus pembunuhan terhadap Khashoggi tidak boleh lagi terulang di masa mendatang. Sebab kasus ini memiliki dampak internasional.
“Apalagi Saudi sebagai negara muslim di mana ada dua tanah suci,” kata Didin.