Maria Elisa Hospita
07 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Kaan Bozdogan
ISTANBUL
Selama dua tahun ke depan, Myanmar akan menerima kembali 750.000 Muslim Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh, kata Duta Besar Bangladesh untuk Turki.
Allama Siddiki mengatakan kepada Anadolu Agency, “Kelompok gabungan Bangladesh-Myanmar telah sepakat untuk segera melaksanakan repatriasi. Dalam dua tahun ke depan, Myanmar akan menerima kembali 750.000 pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Bangladesh."
Awal bulan ini, Bangladesh dan Myanmar menyelesaikan kesepakatan pengaturan repatriasi Rohingya dan keduanya sepakat untuk memulangkan 100.000 pengungsi ke Myanmar dalam tahap pertama.
Proses ini akan cukup memakan waktu mengingat Myanmar sepakat menerima 1.500 Rohingya setiap pekannya, dan lebih dari 700.000 selama dua tahun ke depan.
Sesampainya di Myanmar, Muslim Rohingya akan ditempatkan di kamp-kamp sementara di bawah pengawasan pemerintah Myanmar, untuk kemudian dibawa menetap di suatu wilayah.
Selama proses repatriasi, Siddiki menyambut baik bantuan kemanusiaan dari Turki, dan juga mengapresiasi sikap Turki terhadap krisis kemanusiaan di Myanmar.
"Sejak krisis merebak pada Agustus 2017, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah pemimpin negara Muslim pertama yang lantang menyuarakan solusi untuk krisis Myanmar. Kami sangat menghargainya," ujar Siddiki.
Siddiki juga memuji Turki yang telah menjadi rumah pengungsi dalam jumlah terbanyak di dunia.
Menurut PBB, sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 650.000 pengungsi, sebagian besarnya anak-anak dan perempuan, mengungsi dari Myanmar, ketika tentara Myanmar melancarkan operasi militer atas kaum minoritas tersebut.
Dokter Lintas Batas mengatakan, sedikitnya 9.000 warga Rohingya tewas di Rakhine, sejak 25 Agustus-24 September 2017.
Dalam laporan yang dirilis pada 12 Desember 2017, organisasi kemanusiaan tersebut menyebutkan bahwa 71,7 persen kematian (6.700 jiwa) disebabkan oleh kekerasan.