Ali Kemal Akan
14 Februari 2018•Update: 15 Februari 2018
Ali Kemal Akan
ANKARA
Sejumlah besar ranjau darat, yang penggunaannya telah dilarang oleh Perjanjian Ottawa, ditemukan di beberapa daerah yang dibebaskan dari teroris oleh angkatan bersenjata Turki dalam operasi militer di Afrin, Suriah.
Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk memberantas teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, sebelah barat laut Suriah.
Sejak itu, berbagai jenis senjata, amunisi, peralatan dan material dirampas.
Beberapa unit ranjau darat juga ditemukan di area yang telah dibebaskan dari teroris selama Sabtu dan Minggu.
Perjanjian Ottawa, yang melarang keras penggunaan ranjau darat, telah diratifikasi oleh 163 negara sejak penerapannya pada 1999.
Ranjau-ranjau ini sulit dideteksi dan berpotensi mengancam nyawa penduduk sipil yang tinggal di wilayah peletakannya.
Ranjau model anti-personel bahkan telah menyebabkan kematian dan cidera ratusan orang tak bersalah, terutama anak-anak.
Penggunaan ranjau juga membuat para pengungsi dan masyarakat yang terpaksa terusir dari tempat tinggalnya kesusahan kembali ke rumah mereka.
Selama Operasi Ranting Zaitun, banyak ditemukan tempat perlindungan dan persembunyian yang ditinggalkan oleh teroris PYD/PKK dan Daesh.
Tempat-tempat perlindungan ini sengaja didirikan di bawah pohon untuk menghindari lokasinya terdeteksi oleh pesawat tanpa awak. Pintu-pintu masuk ke tempat persembunyian juga ditutupi dengan kain-kain nilon sebagai kamuflase.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.