Astudestra Ajengrastrı
14 Februari 2018•Update: 14 Februari 2018
Sinan Uslu
ROMA
Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli pada Rabu menegaskan kembali keputusan Turki untuk memberantas teroris di wilayah Afrin, sebelah barat laut Suriah.
Saat berbicara di pertemuan tingkat menteri Koalisi Global Melawan Daesh di Roma, Canikli menyebutkan dukungan besar Turki dalam perang melawan terorisme dan ekspektasi negara tersebut terhadap komunitas internasional dalam usahanya memerangi semua organisasi teroris, terutama Daesh, PYD/PKK dan YPG/PKK.
Canikli berkata hanya Turki yang "dengan sepenuh hati" memerangi organisasi teroris Daesh.
Menteri Pertahanan AS, James Mattis, juga menghadiri pertemuan di Roma yang dihadiri oleh 15 negara anggota koalisi.
Canikli juga memberikan penjelasan soal Operasi Ranting Zaitun yang sedang berjalan di Afrin, yang bertujuan untuk menetapkan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki, sekaligus melindungi warga Suriah dari penjajahan dan kekejaman teroris PYD/PKK, YPG, KCK dan Daesh.
Sambil menegaskan fakta bahwa PYD/PKK dan YPG selama ini telah mengancam Turki, Canikli berkata: "Memerangi kelompok teror, terutama PYD/PKK adalah keharusan, untuk mengamankan perbatasan kami.
"Keputusan kami sudah bulat untuk membersihkan Afrin dari teroris demi perbatasan yang aman. Turki akan menempuh segala cara."
Canikli mengingatkan bahwa Turki telah berkontribusi terhadap NATO selama 66 tahun.
"Namun, negara-negara NATO tidak memberikan dukungan yang cukup kepada Turki dalam peperangannya melawan teror yang mengancam integritas kami."
Mattis dan menteri pertahanan dalam koalisi ini menyatakan dukungan mereka untuk Turki dalam usahanya mengamankan perbatasan negaranya.
Turki pada Sabtu lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.