Pizaro Gozali İdrus
28 November 2018•Update: 29 November 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pemerintah mengirim 74 guru pelajaran Agama Islam ke wilayah perbatasan dan pedalaman selama sepekan dalam rangka program pengembangan Islam Rahmatan Lil ’Alamin.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan peran guru agama di perbatasan sangat vital. Sebab guru akan menjadi sumber yang diikuti masyarakat di daerah.
“Ini adalah pengalaman yang berkesan karena kita dituntut menjadi panutan, guidance, referensi, tempat bertanya, dan mengadu terkait urusan keagamaan,” ujar Kamaruddin dalam siaran persnya pada Rabu.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini mengajak kepada guru-guru untuk memaksimalkan perannya dengan menuliskan pengalaman-pengalaman yang menarik sehingga dapat menginspirasi pembaca.
“Ini bisa menginspirasi banyak orang dengan menceritakan pendidikan di sana melalui analisis sosiologi dan etnografis,” jelas dia.
Kamaruddin menyayangkan potensi guru agama Islam dalam bidang menulis yang belum dimaksimalkan.
Sehingga, kata dia, publik tidak mengetahui pengalaman guru yang beragam dan mengapresiasi kinerja guru secara rendah.
“Saya mengkritik kepada guru bahwa kelemahan kita itu adalah tidak menulis apa yang kita lakukan. Padahal guru punya pengalaman banyak,” imbuh dia.
Kementerian Agama mengatakan ada 37 wilayah yang akan menjadi tempat para guru mengajar di antaranya Palu, Lombok Timur, Lombok Barat, Asahan, Wonosobo, Sigi, Sumedang, Melawi, Pandeglang, Merangin, Anambas, Pesisir Barat, Donggala, dan lain sebagainya.