Pizaro Gozali
JAKARTA
Pemerintah menargetkan sembilan bendungan yang dimulai pembangunannya tahun 2015 akan rampung pada 2018.
“Pada bulan Maret akan rampung Bendungan Rotiklot di NTT, Bendungan Tanju, Mila, Bintang Bano di NTB, Bendungan Gondang dan Logung di Jawa Tengah, Bendungan Sei Gong di Batam, Bendungan Sindang Heula di Banten, serta Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Jumat.
Menteri Basuki menjelaskan selesainya bendungan akan diikuti pembangunan jaringan irigasi yang mendapat suplai air langsung dari bendungan.
Dengan demikian, kata Menteri Basuki, suplai air dari bendungan dapat mengalir sampai ke sawah-sawah petani.
Bendungan yang akan selesai tahun ini yakni Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu.
Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sebesar 3,3 juta m3 dengan biaya pembangunan sebesar Rp 468 miliar.
Tiga bendungan di NTB yang akan selesai pada tahun 2018 ini yakni Bendungan Tanju, Mila, dan Bintang Bano.
Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu NTB memiliki kapasitas tampung sebesar 18,27 juta m3 dan dapat menjadi sumber air irigasi seluas 2.250 ha.
Sedangkan, daya tampung Bendungan Mila sebesar 12,27 juta m3.
“Kedua bendungan ini dibangun dengan total anggaran sebesar Rp 357 miliar,” ujar Menteri Basuki.
Selanjutnya, Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Besar dengan kapasitas sebesar 65,87 juta m3 memiliki kapasitas tampung seluas 21.454 ha. Biaya pembangunannya sebesar Rp 667 miliar.
Lalu, pemerintah menargetkan Bendungan Gondang dan Logung di jawa Tengah selesai tahun 2018.
Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar memiliki tampungan sebesar 9,15 juta m3 dengan anggaran Rp 617 miliar. Sedangkan, Bendungan Logung di Kabupaten Kudus memiliki kapasitas tampung 20,15 juta m3.
“Biaya pembangunannya mencapai Rp 604 triliun,” jelas Menteri Basuki.
Bendungan Sei Gong di Batam, Kepulauan Riau memiliki kapasitas tampung 11,80 Juta m3 yang akan mensuplai air baku di Pulau Batam sebesar 0,4 m3/detik. Biaya pembangunannya sebesar Rp 238,44 miliar.
Di Banten, pemerintah akan merampungkan Bendungan Sindang Heula di Kabupaten Serang, yang memiliki kapasitas 9,26 juta m3.
Manfaatnya untuk mengairi lahan irigasi seluas 1.000 ha, sumber air baku 0,80 m³/det dan pengendali banjir. Biaya pembangunan sebesar Rp 427 miliar.
Terakhir Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan memiliki kapasitas tampung sebesar 138 juta m3.
Selain bermanfaat untuk mengairi 7.000 ha lahan irigasi, Bendungan Paselloreng juga mampu mengendalikan banjir.
“Anggara Bendungan Paselloreng sebesar Rp 471 miliar,” terang Menteri Basuki.
Pada tahun 2017, Kementerian PUPR telah merampungkan sebanyak 8 bendungan yakni Bendungan Rajui dan Payaseunara di Aceh, Jatigede di Jawa Barat, Bajulmati dan Nipah di Jawa Timur, Titab di Bali, Raknamo di NTT serta Teritip di Kalimantan Timur.
Hingga 2019, pemerintah menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru.
news_share_descriptionsubscription_contact



