İqbal Musyaffa
07 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah menargetkan penanganan longsor yang menutupi badan jalan di kawasan Puncak, Bogor akan selesai dalam satu pekan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam jangka pendek penanganan dilakukan dengan membersihkan longsoran, pelebaran jalan sementara di titik yang longsor, dan penanganan pada tebing yang berpotensi mengakibatkan longsor susulan.
Pembersihan secara masif, menurut dia, akan mulai dilakukan hari ini. Berdasarkan pengamatannya, bidang tanah yang tergelincir di atas tebing yang terdapat warung-warung di bawahnya harus dikosongkan.
“Itu sangat berbahaya, hanya menunggu untuk longsor,” ungkap dia dalam keterangan resmi, Rabu.
Lebih lanjut Menteri Basuki mengatakan bahwa tebing yang berpotensi longsor akan dikupas dan dibuat terasering. Selain itu, juga akan diterapkan penggunaan teknologi mortar ringan Pusjatan.
“Selama penanganan, lalu lintas yang melewati kawasan Puncak akan dialihkan melalui jalur alternatif sesuai petunjuk dari pihak kepolisian,” jelas Menteri Basuki.
Lokasi yang mengalami longsor antara lain ruas Ciawi-Puncak yang berada di Gunung Mas, Riung Gunung, Grand Hill, dan Masjid Attaawun. Pada ruas Puncak Pas sampai perbatasan Kota Cianjur, longsor terjadi di Puncak Pas dan ruas Ciawi-Benda di Pasar Cikereteg.
Penataan kawasan puncak
Menurut Menteri Basuki, banyak faktor jadi penyebab terjadinya longsor beberapa hari lalu itu. Di antaranya akibat perubahan pemanfaatan ruang, curah hujan tinggi, kondisi topografi, dan kondisi tanah breksi lapuk.
Oleh karena itu, untuk penanganan jangka panjang, pemerintah pusat bersama pemerintah kabupaten Bogor akan melakukan penataan kawasan Puncak.
Kementerian PUPR, menurut dia, akan melakukan pelebaran jalan. Sementara pemindahan pedagang ke tempat yang lebih layak dan aman akan dilakukan oleh Pemkab Bogor.