Chandni Vasandani
23 Agustus 2017•Update: 23 Agustus 2017
Mumin Altas dan Tevfik Durul
HANOI
Binali Yildirim pada Rabu mengatakan, kunjungan resmi pertama perdana menteri Turki ke Vietnam ini akan membuka “era baru” dalam hubungan bilateral kedua negara.
Dalam konferensi pers di Hanoi dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Yildirim mengatakan dia senang menjadi perdana menteri pertama dari Turki untuk mengunjungi Vietnam. Pada 2018, Turki dan Vietnam akan menandai 40 tahun hubungan diplomatik.
“Turki juga merupakan negara berkembang dan dinamis seperti Vietnam, jadi terdapat kemiripan antara kedua negara ini,” katanya sembari menambahkan dia berharap volume dagang Turki dan Vietnam bisa mencapai USD 4 miliar pada 2020.
3 kesepakatan dalam bidang ekonomi, bea cukai dan standardisasi ditandatangani Turki dan Vietnam selama kunjungan Yildirim.
“Kita telah mengadakan negosiasi yang sangat produktif dengan perdana menteri dan utusannya di mana kita mengevaluasi kesempatan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari transportasi, pendidikan, perdagangan dan pertahanan maritim, hingga bisnis,” katanya.
Nguyen juga mengatakan puas dengan kehadiran Yildirim.
“Kedua negara kami memiliki pemikiran yang sama mengenai pembangunan asosiasi bisnis di sejumlah bidang,” katanya. “Saya percaya hubungan bisnis dan investasi Vietnam dan Turki akan terus berkembang.”
Yildirim dijadwalkan kembali ke Turki pada Kamis.