Iqbal Musyaffa
23 Agustus 2017•Update: 24 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Rusia siap menggenjot kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Seperti yang dikatakan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin, kedua negara berpotensi untuk meningkatkan nilai perdagangan hingga USD 5 miliar.
“Perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia sangat berpeluang untuk ditingkatkan,” tegasnya, Rabu, di Jakarta.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2016 nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 2,11 miliar. Nilai ini meningkat dari total perdagangan tahun sebelumnya yang tercatat USD 1,98 miliar.
“Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi sudah berdiskusi untuk membahas langkah lebih lanjut untuk menciptakan kondisi bisnis yang lebih baik dan menguntungkan bagi kedua negara,” ujarnya.
Pertemuan kedua menteri merupakan tindak lanjut kesepakatan yang ditanda tangani Presiden Joko Widodo dan Presiden Vladimir Putin tahun 2016 lalu. Kedua negara sepakat akan bekerjasama tentang pemberantasan penangkapan ikan illegal, pertahanan, pengarsipan, kebudayaan, dan perdagangan.
Oktober mendatang, Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Denis Manturov dan Menko Perekonomian Indonesia Darmin Nasution akan menggelar pertemuan di Rusia. Pertemuan tersebut akan membahas kerja sama teknis dan ekonomi antara kedua negara.
“Pertemuan itu akan memberikan kontribusi positif bagi kerja sama kedua negara. Rusia adalah mitra yang tepat bagi Indonesia, khususnya untuk sektor pertahanan,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyepakati imbal beli 11 unit pesawat Sukhoi SU-35 milik Rusia dengan komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti karet olahan, minyak kelapa sawit, kopi dan kakao.