Shenny Fierdha Chumaira
06 Juli 2018•Update: 06 Juli 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi akan memeriksa kabar tewasnya pemimpin kelompok teroris Daesh asal Indonesia Bahrun Naim dalam serangan drone Amerika Serikat di Suriah.
"Sudah beberapa kali ada informasi seperti itu. Kita akan cek [kebenaran] informasi berdasarkan fakta," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Brigadir Jenderal M. Iqbal di Jakarta, Jumat.
Kabar kematian Bahrun Naim ini harus dipastikan betul mengingat sudah beberapa kali beredar kabar serupa, namun tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Polisi menilai bahwa kabar tewasnya Bahrun kini sama dengan kabar tewasnya dia dulu, yaitu untuk menghindar dari aparat keamanan.
"Ini bisa saja strategi untuk menghindari petugas," ucap Iqbal.
Pada akhir 2017 lalu, pernah juga beredar kabar bahwa Bahrun sudah meninggal, namun Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian pun beranggapan bahwa itu merupakan upaya Bahrun mengelabui aparat penegak hukum.
Baru-baru ini Bahrun juga disebut-sebut tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di Suriah sebelum Ramadan. Namun tidak diketahui kapan dan di mana pastinya.
Bahrun alias Anggih Tamtomo pernah ditahan atas kepemilikan senjata api dan bahan peledak serta diduga turut terlibat dalam bom Thamrin di Jakarta pada 2016.
Dia juga terkait dengan kelompok teroris Indonesia seperti Jemaah Islamiyah dan Mujahidin Indonesia Timur, selain juga berperan sebagai perantara antara Daesh dengan kelompok teroris lain di Indonesia.