Shenny Fierdha Chumaira
02 November 2017•Update: 03 November 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi akan membawa sembilan orang terduga teroris Bima ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.
Salah satunya untuk menyelidiki keterkaitan mereka dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur yang bersarang di Poso.
“Apakah mereka pernah ke Poso atau tidak dan sebagainya,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Markas Besar Polri, Kamis.
Para terduga teroris akan diterbangkan ke Jakarta lewat Bandar Udara Internasional Lombok, meski Martinus menolak merinci waktu tepatnya.
Kesembilan orang ini meski sama-sama ditangkap di Ambalawi, Bima, namun diringkus pada waktu berbeda.
Lima di antaranya ditangkap pada Selasa, salah satunya adalah terduga teroris berinisial I (28) yang menembak anggota polisi Bripka Zaenal di Bima pada 11 September lalu. Juga ditangkap bersama I adalah terduga yang berinisial AH (60), JA (28), Y (29), dan AR (30).
Pada Rabu, polisi kembali meringkus empat anggota kelompok teroris lain. Mereka adalah RJ (28), AM, BA (31), dan SR. Masing-masing memiliki peran berbeda seperti memberi bantuan logistik, memimpin pelatihan fisik, membeli dan membuat senjata api.
Saat penangkapan, polisi menyita berbagai barang bukti, seperti dua pucuk senjata api rakitan, sembilan butir peluru kaliber 3,8 milimeter (mm), dua butir peluru kaliber 9 mm, dan 20 butir peluru kaliber 5,56 mm.
Dua orang anggota lain dalam kelompok ini, MA dan RF, tewas dalam kontak senjata dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.
Senin, pukul 09.45 WITA, Densus 88 terlibat kontak senjata dengan para terduga teroris tersebut di Gunung Rite Asakota, di perbatasan Kota Bima dengan Kecamatan Ambalawi.