Erric Permana
02 November 2017•Update: 02 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan bakal menetralisir potensi radikalisme di seluruh daerah.
Ini disampaikan meganggapi hasil survey Setara Institute mengenai wilayah yang paling banyak radikalisme. Dalam survey itu menyatakan Bogor dan Depok menjadi basis kelompok radikal.
“Kalau kita bicara radikalisme kita tidak kemudian pilih kasih dan panjang lebar,” ujar Wiranto pada Kamis.
Pemerintah kata dia akan langsung menindak basis radikalisme itu jika ada bukti yang sah secara aturan perundang-undangan.
“Tidak jadi bahan hoax dan bahan plintir,” tambah dia.
Dia juga meminta masyarakat untuk tidak gaduh jika ada kepolisian yang menindak adanya aksi radikalisme di Indonesia.
“Kalau ada aksi radikalisme di mana saja siapa saja harus kita atasi,” pungkas Wiranto.
Setara Institute sebelumnya menyebut kota Depok dan Bogor menjadi basis kelompok radikal. Indikasi itu terlihat dari penangkapan beberapa terduga teroris.
“Klasifikasi Depok sebagai kota intoleransi lebih terkait sebagai penyangga dan daerah transit, yang memungkinkan aktor-aktor politik teroris bersembunyi,” ujar peneliti Setara Insitute Sudarto di Jakarta, Rabu.
Dia menilai narasi radikalisme muncul sebagai perlawanan terhadap hegemoni Barat dan Amerika.
Beberapa kelompok yang dianggap intoleran, menurut Setara, menolak definisi terorisme karena dianggap buatan barat untuk menyudutkan Islam.