Muhammad Abdullah Azzam
29 Desember 2017•Update: 29 Desember 2017
Halil Demir
ISTANBUL
Departemen Anti-Teror Istanbul menyita sebuah minibus berisikan bom seberat 60 kg yang diidentifikasikan akan digunakan dalam aksi serangan teror. Minibus tersebut berhasil ditemukan di daerah Bahçelievler dalam sebuah razia.
Polisi Turki menangkap 11 orang dari 20 orang yang dicurigai terkait rencana aksi serangan teror.
11 orang itu disinyalir adalah anggota organisasi teroris separatis PKK yang datang dari Kandil untuk melakukan aksi serangan bom di Istanbul. Setelah ditangkap mereka melewati proses pemeriksaan kesehatan untuk dikirim ke pengadilan. Lima orang dibebaskan, sedangkan empat lainnya dibebaskan sementara.
Pada 13 Desember lalu, polisi juga telah menemukan 60 kilogram bahan peledak yang telah dipasang. Peledak tersebut berjenis "RDX", "PETN" dan "HMX" serta serbuk alumunium untuk memperkuat ledakan bom.
Selama tahun 2017, pasukan keamanan berhasil menyita 3.950 pucuk senjata, 1.370 peledak buatan, 3.494 granat, 116.218 kilogram bahan peledak serta 833.922 butir peluru.
PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, malakukan gerakan bersenjata melawan Turki pada Juli 2015.
Sejak saat itu, PKK telah bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 1.200 pasukan keamanan dan warga sipil, termasuk sejumlah wanita dan anak-anak.