Nilay Kar Onum
ISTANBUL
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Minggu mengkritik AS dan akan mengatakan "selamat tinggal" kepada mereka, yang lebih memilih teroris untuk menjadi mitra strategis mereka.
Erdogan berbicara pada pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di provinsi Trabzon, Turki timur laut.
"Kami akan mengatakan selamat tinggal kepada mereka, yang mengorbankan kemitraan strategis dan aliansi dengan negara berpenduduk 81 juta orang ini demi hubungan mereka dengan organisasi-organisasi teror," kata Erdogan.
Turki dan AS saat ini mengalami ketegangan setelah Washington memberlakukan sanksi pada Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul karena tidak mau membebaskan Pendeta Amerika Andrew Brunson, yang menghadapi tuduhan terorisme di Turki.
Presiden AS Donald Trump pada Jumat meningkatkan serangannya ke Turki dengan menggandakan tarif 20 persen untuk impor aluminium dan 50 persen untuk baja.
"Bukankah kita mitra strategis?" tanya Erdogan kepada Washington. “Apa yang terjadi padamu sekarang? Mengapa Anda menghancurkan kemitraan ini?"
Meminta Trump untuk bertindak adil, Erdogan berkata: "Kami akan bertindak sesuai dengan hukum internasional."
Tidak ada badan, tidak ada negara dan tidak ada lembaga pemeringkat kredit yang dapat mengancam Turki dan orang-orang Turki, tegas Erdogan.
Perang ekonomi
Erdogan mengatakan Turki akan beralih ke pasar dan mitra baru serta alat keuangan alternatif.
"Jika Anda menekan kami melalui dolar, kami akan mencari cara lainnya untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan kami," kata Erdogan.
"Kami akan memberikan tanggapan kami kepada orang itu - yang menyatakan perang terhadap seluruh dunia termasuk negara kami - dengan beralih ke pasar baru, mitra baru dan aliansi baru," tambah Erdogan.
Menyebut tarif AS baru-baru ini di Turki sebagai "perang ekonomi", presiden Turki mengatakan: "Kami telah melihat permainan Anda dan kami akan menantangnya."
Tujuan dari tekanan AS baru-baru ini adalah "untuk mencengkeram Turki pada setiap bidang dari keuangan ke politik," kata Erdogan.
"Kami tidak akan menyerah," tegas Erdogan. “Kami akan terus berproduksi. Kami akan terus meningkatkan ekspor.”