Enes Kaplan, Mumin Altas
ANKARA
Petinggi sipil dan militer Turki pada Rabu mengatakan bahwa Turki akan mengambil langkah “segera” dan “tegas” untuk menghadapi ancaman dari barat Suriah.
“Langkah-langkah yang diperlukan akan diambil secara segera dan tegas untuk melawan ancaman dari barat Suriah terhadap Turki,” tulis pernyataan yang dirilis Dewan Keamanan Nasional Turki di Ankara.
Rapat Dewan Keamanan Nasional yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan berlangsung lebih dari empat jam.
Pernyataan tersebut menambahkan, langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk menjamin keselamatan jiwa dan harta masyarakat setempat, serta memperkuat perbatasan Turki dengan Suriah.
"Pembentukan koridor teror dan pembentukan tentara teroris di perbatasan tidak akan diizinkan."
Dewan menolak rencana AS untuk membentuk pasukan keamanan perbatasan berkekuatan 30.000 pasukan di Suriah bersama Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah kelompok yang didominasi oleh organisasi teroris PYD/PKK.
"Sangat disesalkan bahwa sebuah negara, yang merupakan bagian dari NATO dan sekutu kita dalam hubungan bilateral, menyatakan teroris sebagai mitranya dan mempersenjata mereka tanpa peduli akan keselamatan kita," tambah pernyataan tersebut.
Dewan menekankan, senjata, alat dan material yang diberikan kepada organisasi teroris PYD/PKK harus segera dikumpulkan mengingat sebagian besar operasi melawan Daesh telah selesai.
Selain itu, Dewan juga menyarankan pemerintah untuk memperpanjang masa darurat Turki yang kemudian diajukan ke Majelis Nasional Agung Turki oleh Kabinet.
Rapat dewan diikuti oleh pertemuan kabinet, yang juga dipimpin oleh Erdogan dan berlangsung satu jam.
"Jangan ada yang mengharapkan Turki untuk bersabar lebih lama lagi," kata Deputi Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag mengenai langkah AS mempersenjatai YPG/PKK, dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan Kabinet.
Dia juga menegaskan bahwa Turki akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan mengenai masalah ini.
"Membentuk koridor teror di wilayah tersebut dan mendukung pembentukan ini jelas merupakan ancaman terbuka bagi integritas teritorial, keamanan perbatasan Turki, keselamatan dan harta milik masyarakat serta keamanan nasional," kata Bozdag.
Dia mengatakan bahwa sikap Turki sangat jelas mengenai hal mempersenjatai kelompok teroris dan telah menggunakan seluruh jalur diplomatik untuk mengungkapkan keberatannya terhadap masalah ini.
"[AS] melakukan kesalahan dengan melanjutkan melawan sebuah organisasi teroris menggunakan organisasi teroris yang lain," ujar dia.
Dia menambahkan, "Senjata yang diberikan tidak hanya untuk digunakan dalam melawan organisasi teroris Daesh. Daesh tidak memiliki angkatan udara. Jika Anda meninjau bantuan tersebut, itu termasuk senjata melawan angkatan udara."
PYD/PKK merupakan cabang Suriah dari PKK yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
Turki telah sejak lama memprotes dukungan AS terhadap PYD/PKK yang merupakan cabang Suriah dari organisasi teroris PKK. Washington mengabaikan kekhawatiran Turki dan menyebut PYD/PKK sebagai "sekutu yang andal" dalam perangnya melawan Daesh di Suriah.
Sejak pertengahan 1980-an PKK telah melancarkan serangkaian kampanye teror untuk melawan Turki, hingga menewaskan sekitar 40.000 jiwa.
news_share_descriptionsubscription_contact

