Astudestra Ajengrastrı
16 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
Merve Aydogan dan Kubra Chohan
ANKARA
Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin pada Rabu menyatakan Turki "sangat kecewa" terhadap pendirian AS soal penahanan Pastor Amerika Andrew Brunson.
"Jika kita mau membicarakan kekecewaan, kita bisa lihat kalau Turki sedang mengalami kekecewaan yang dalam dalam persoalan kepentingan nasional," kata Kalin kepada reporter dalam keterangan pers mingguan di Kompleks Kepresidenan di Ankara.
Pernyataan ini muncul setelah juru bicara Gedung Putih menyatakan Washington "frustasi" menghadapi kasus Brunson.
Sarah Sanders berkata, "Tentu saja Presiden merasa sangat frustasi melihat faktanya Pastor Brunson belum dibebaskan, juga fakta bahwa seorang warga negara AS dan pegawai di fasilitas diplomatik belum dibebaskan.
"Dan kami akan terus meminta Turki melakukan hal yang benar dan membebaskan orang-orang tersebut," tambah dia.
Mengkritik pemerintahan AS, Kalin berkata, "Mereka merusak hubungan dengan Turki untuk satu orang pastor, kami belum pernah melihat pemerintahan Obama atau Trump mengambil langkah nyata untuk membela permasalahan keamanan Turki yang nyata dan mendesak."
Hubungan Turki dan AS saat ini tengah memburuk, setelah Washington menjatuhkan sanksi karena penahanan Pastor Amerika Andrew Brunson, yang saat ini berada dalam tahanan rumah di Turki karena dakwaan terorisme.
Dakwaan untuk Brunson termasuk menjadi mata-mata untuk PKK -- yang masuk dalam daftar organisasi teror di AS dan Turki -- juga untuk Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok yang berada di belakang usaha kudeta yang digagalkan di Turki pada Juli 2016.