Astudestra Ajengrastrı
25 Juli 2018•Update: 26 Juli 2018
Tugcenur Yilmaz
BAKU
Turki tak harus mengikuti sanksi-sanksi yang dijatuhkan oleh AS atau Inggris kepada Iran, menurut menteri luar negeri Turki pada Selasa.
Mevlut Cavusoglu mengatakan ini kala mengunjungi Ibu Kota Azerbaijan, Baku, dalam konferensi pers bersama Elmar Memmedyariv, rekannya dari Azerbaijan.
Menekankan bahwa Turki menentang sanksi yang diterapkan AS kepada Iran, Cavusoglu berujar, "Kami mengikuti sanksi PBB seperti negara-negara lain, tapi kami tidak harus menerapkan sanksi-sanksi yang dijatuhkan oleh AS atau Inggris soal Iran."
Dia juga menambahkan Turki tak setuju dengan sanksi-sanksi AS atas Rusia.
"Kami tidak merasa sanksi-sanksi itu benar. Ini adalah prinsip, bukan karena alasan-alasan lain," kata dia.
Para pejabat AS bertemu dengan perusahaan-perusahaan Turki pada 19 Juli dan dengan pejabat-pejabat dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, dan Bank Sentral Turki pada 20 Juli untuk membahas sanksi-sanksi baru untuk Iran.
Banyak perusahaan Turki yang merupakan rekan perdagangan utama dengan Teheran.
Pengumuman AS pada Mei yang menyatakan negara tersebut akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan menjatuhkan sanksi-sanksi baru telah mengundang kritik dari seluruh dunia.
Kesepakatan jet F-35
Tentang keputusan Senat AS yang menghalangi pengiriman jet tempur F-35 ke Turki, Cavusoglu berkata, "Pemerintah memegang hak otorisasi dalam kesepakatan ini. Tidak ada kemunduran dalam pembelian jet-jet F-35. Dua jet sudah diterima dan pelatihan [untuk pilot-pilot Turki] berlanjut."
Para senator Amerika mengambil suara bulat untuk menghalangi pengiriman jet-jet tempur ke Turki pada Senin.
"Amerika Serikat dan negara-negara lain harus memahami ini. Anda tidak bisa mendapatkan apa-apa dari Turki dengan cara menjatuhkan sanksi atau memaksa. Dialog, diplomasi dan menghormati yang bisa berhasil dengan Turki," tambah dia.
Sementara itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Selasa menampik laporan tentang Senat dan Kongres AS yang bertujuan melarang pengiriman jet tempur F-35 ke Turki.
Menjawab pertanyaan setelah pertemuan anggota parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Ankara, Erdogan berujar, "Anda tahu masalahnya, semua tergantung presiden AS kalau RUU tersebut disahkan parlemen. Trump telah menunjukkan kepada saya dengan pernyataan tertulis dalam diskusi kami di Brussles bahwa hal itu [melarang pengiriman] tidak ada."
Rel sepanjang Baku-Tbilisi-Kars
Menteri Luar Negeri Azerbaijan Elmar Memmedyarov, yang juga berbicara dalam konferensi pers itu, berkata kedua diplomat tersebut telah bertukar pandangan untuk membuat rel di sepanjang Baku-Tbilisi-Kars bisa berfungsi "secara efektif".
"Afghanistan menghadapi kesulitan dalam transportasi keretanya. Oleh karena itu, dengan rel Baku-Tbilisi-Kars, lebih banyak barang bisa dikirim bersama dengan Kazakhstan dan Uzbekistan," kata dia.
Azerbaijan dan Turki memiliki beberapa proyek bersama, termasuk Pipa Minyak Baku-Tbilisi-Ceyhan, Pipa Minyak Baku-Tbilisi-Erzurum, Rel Baku-Tbilisi-Kars dan Proyek Pipa Gas Alam Trans Anatolia (TANAP).