Maria Elisa Hospita
18 April 2018•Update: 18 April 2018
Tevfik Durul
BEIJING
Tiongkok akan menjadi salah satu mitra pariwisata penting bagi Turki, kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Selasa.
Saat menghadiri Pameran Perjalanan dan Pariwisata Internasional Tiongkok ke-14 di Beijing, Numan Kurtulmus mengatakan bahwa ini adalah strategi pariwisata Turki untuk terlibat dalam kegiatan promosi dengan negara-negara seperti Tiongkok, India, Jepang, Malaysia dan Indonesia.
"Kami berharap hubungan dekat Turki-Tiongkok akan tecermin pula dalam bidang pariwisata," ujar Kurtulmus.
Dia mengatakan, Ankara akan terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok sepanjang tahun ini.
"Tahun lalu, sebanyak 250.000 turis berkunjung ke Turki. Tidak ada alasan untuk tidak meningkatkan jumlah ini menjadi 500.000," jelas menteri pariwisata.
Sebelumnya, Kurtulmus mengatakan bahwa Turki berharap dapat menarik setidaknya 38 juta wisatawan pada 2018.
Dalam situs Kementerian Luar Negeri Turki, Ankara memandang pariwisata sebagai sektor yang berpotensi untuk meningkatkan hubungan budaya dan ekonomi dengan Beijing.
"Sejak 2012, jumlah wisatawan Tiongkok yang mengunjungi Turki terus meningkat, artinya hubungan antara orang Turki dan Tiongkok semakin erat," ujar Kurtulmus.
Setelah pameran, Kurtulmus menemui Menteri Pariwisata Tiongkok Luo Shugang untuk membahas Tahun Pariwisata Turki di Tiongkok.
Kurtulmus menyampaikan keinginan Turki untuk membuka Yunus Emre Institute di Tiongkok dan meminta penyelesaian proses peradilan sesegera mungkin.
Kurtulmus juga menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Niujie yang merupakan salah satu masjid tertua di negeri tirai bambu itu.