Shenny Fierdha Chumaira
15 Februari 2018•Update: 15 Februari 2018
Shenny Fierdha
DEPOK
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan pasukan khusus kepolisian Brigade Mobil Kepolisian (Brimob) untuk bersiaga dikarenakan akan ada beberapa acara penting di Indonesia.
Kapolri juga meminta Brimob menghitung titik kerawanan di daerah masing-masing untuk memastikan berapa personil yang dibutuhkan.
Ini adalah bentuk antisipasi jika terjadi situasi darurat mengingat ada sejumlah agenda besar yang akan digelar di Indonesia pada tahun ini seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 pada Juni, Operasi Ketupat untuk mengamankan mudik dan liburan Idul Fitri pada Juni, tahapan Pemilihan Legislatif pada Juli, dan tahapan Pemilihan Presiden pada Agustus.
Agenda besar lainnya meliputi Asian Games yang dihelat di Jakarta dan Palembang (Sumatera Selatan) pada Agustus sampai September, pertemuan tahunan International Monetary Fund dan World Bank di Bali pada Oktober, serta Operasi Lilin untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru pada Desember.
"Belum lagi kejahatan konvensional yang berpotensi mengganggu keamanan, termasuk terorisme. Saat ini kekuatan Brimob se-Indonesia mencapai 40.500 orang personel," ucap Tito di Markas Komando Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis.
Menurut Tito ke depannya Polri membutuhkan Brimob untuk menghadapi semua tantangan, tidak sebatas pada pengamanan agenda-agenda besar itu saja.
"Brimob Polri merupakan kekuatan utama Polri karena Brimob merupakan satu-satunya kekuatan Polri yang punya postur paramiliter dan merupakan alat pukul utama Polri yang sekali tampil harus berhasil," ungkap Tito.