İqbal Musyaffa
11 Desember 2019•Update: 11 Desember 2019
JAKARTA
Bank Dunia menyampaikan bahwa Indonesia perlu menerapkan program perlindungan sosial yang modern, inklusif, dan efisien untuk bisa mencapai target sebagai negara berpendapatan tinggi dan menurunkan kemiskinan mendekati nol pada 2045 mendatang.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Frederico Gil Sander mengatakan, "sistem perlindungan sosial tersebut juga memainkan peran penting dalam membangun, memberi pekerjaan, dan memberi perlindungan bagi sumber daya manusia Indonesia,” ujar Sander dalam peluncuran laporan ekonomi Indonesia triwulan III di Jakarta, Rabu.
Sander mengatakan program perlindungan sosial yang ada saat ini membentuk dasar yang kuat bagi Indonesia untuk membangun sistem yang mampu mengatasi risiko dan tantangan yang mungkin akan terjadi di masa depan.
Menurut dia, tren demografis, teknologi, dan lingkungan yang muncul akan membutuhkan pemikiran ulang terhadap kontrak sosial untuk memastikan bahwa kontrak sosial tersebut dapat mendorong kesejahteraan bagi semua orang dan memungkinkan Indonesia untuk mencapai target penurunan kemiskinan, modal manusia, dan pertumbuhan inklusif yang telah ditetapkan untuk tahun 2045.
“Sistem perlindungan sosial di masa depan harus dapat diakses oleh semua orang Indonesia tanpa memandang di mana dan bagaimana mereka mencari nafkah, dan harus memperluas perlindungan kepada para lansia miskin dan penyandang cacat sebagai bagian yang besar dari masyarakat yang akan terus bertambah,” lanjut Sander.
Dia menambahkan untuk mencapai hal ini, pemerintah dapat mempertimbangkan sistem yang memberikan tingkat perlindungan minimum melalui semua tahap kehidupan alamiah seseorang.
Jaminan minimum ini dapat dicapai dengan kombinasi program-program bantuan sosial, yang sebagian besar sudah ada.
Jaminan minimum ini kemudian dapat dilengkapi dengan satu set program jaminan sosial yang koheren untuk melindungi pendapatan keluarga ketika para penerima jaminan mencapai usia lanjut, ketika mereka sakit atau tidak memiliki pekerjaan.