Erric Permana
09 September 2020•Update: 11 September 2020
JAKARTA
Pemerintah menyatakan proses pengembangan vaksin Merah Putih telah mencapai 50 persen dan akan memasuki tahap uji hewan pada akhir tahun.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro berharap pada Januari 2021 vaksin ini sudah bisa memasuki tahapan uji klinis.
"Lembaga Molekuler Eijkman sudah memulai upaya pengembangan vaksin Merah Putih dengan platform protein rekombinan," kata Menteri Bambang seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Rabu.
Pada akhir 2021 mendatang kata dia, vaksin Merah Putih bisa diproduksi dalam jumlah besar dan melengkapi vaksin hasil kerja sama dengan negara lain.
Mantan Menteri Keuangan itu menyatakan vaksin Merah Putih menggunakan isolat virus yang beredar di Indonesia sehingga diharapkan cocok dengan daya tahan tubuh masyarakat.
Pemerintah juga berencana melibatkan tiga perusahaan swasta untuk ikut memproduksi vaksin tersebut.
"Tentunya mereka harus segera mengurus izin ke BPOM untuk cara pembuatan vaksin yang baik. Mereka harus menyiapkan line of production khusus vaksin Covid-19 ini," jelas dia.
Menurut dia, pelibatan perusahaan farmasi swasta ini diharapkan bisa menumbuhkan kemandirian Indonesia dalam penyediaan vaksin.
Diperkirakan pemberian vaksin bisa lebih dari dua kali untuk setiap individu.
"Kalau penduduk kita itu sekitar 270 juta pada hari ini, maka yang harus siap minimal 540 juta vaksin," ungkap Bambang Brodjonegoro.