18 Juli 2017•Update: 18 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Agar pelaksanaan ibadah haji berlangsung baik demi kenyamanan dan kekhusyu’an ibadah jama’ah asal Indonesia, DPR terus memonitor persiapannya.
Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher mengatakan pada fase persiapan semuanya sudah tampak siap, tinggal memonitor bagaimana pelaksanaannya nanti. “Pelaksanaan tersebut menyangkut transportasi, akomodasi, konsumsi, dan kesehatan. Itu merupakan bagian terpenting dalam regulasi, penganggaram dan pengawasan,” ujar dia di Jakarta, Selasa (18/7).
Pada tanggal 22 Juli nanti kloter pertama petugas ibadah haji Indonesia akan mulai berangkat ke Tanah Suci sementara kloter pertama jama’ah akan mulai berangkat pada tanggal 28 Juli mendatang. “Komisi VIII juga akan berangkat untuk memonitor persiapannya termasuk tenda untuk pemondokan apakah sudah diubah sesuai rekomendasi dan anggaran yang sudah disetujui oleh DPR.”
Hal lain yang akan dipantau adalah adalah kesiapan fasilitas kesehatan untuk jama’ah haji Indonesia. Klinik kesehatan jama’ah haji Indonesia akan diperdekat jaraknya dari sebelumnya 7 km menjadi lebih dekat dengan pemondokan.
“Itu yang akan kita monitor dan awasi juga terkait persiapan ibadah haji, termasuk kesiapan dokter spesialis, alat-alat, serta kerja sama dengan otoritas Saudi. Persiapan transportasi juga akan kita pastikan kesiapannya.”
Ali berharap pelaksanaan haji tahun ini dapat berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun yang pasti, Ali menegaskan DPR akan terus memantau pelaksanaannya.
“Kita berpesan agar kementerian agama terus berkoordinasi dengan pihak lain seperti kementerian perhubungan, kementerian kesehatan, imigrasi, serta kementerian luar negeri meskipun dalam hal ini kementerian agama merupakan sektor utama pelaksanaan.”
Jumlah jama’ah haji asal Indonesia tahun ini sebanyak 221 ribu jiwa. Sebanyak 204 ribu jama’ah berangkat melalui haji reguler dan 17 ribu di antaranya berangkat melalui penyelenggaraan haji khusus yang dikelola swasta.