Pizaro Gozali İdrus
03 Oktober 2019•Update: 04 Oktober 2019
JAKARTA
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pesantren di Indonesia untuk mengembangkan ekonomi syariah.
“Ekonomi Islam tentu berbicara tentang muamalah, artinya sederhana, selama dia tidak haram, dia halal, jadi jangan dipersempit kita sendiri," ungkap Jusuf Kalla dalam peresmian Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Jawa Timur, pada Kamis.
Jusuf Kalla menegaskan kalangan pesantren harus merespons perubahan ekonomi dengan cepat.
Menurut Jusuf Kalla, transaksi ekonomi kini berkembang luas tanpa batas. Transaksi pun bisa dilakukan melalui online.
“Di rumah saja orang bisa berdagang dengan seluruh dunia,” kata Jusuf Kalla, melalui keterangan tertulis yang diterima Anadolu.
Kondisi ini, terang Jusuf Kalla, sangat mengubah kehidupan manusia di perkotaan, seperti kalau dulu mau makan enak, maka istri harus pintar masak.
Sedangkan kini, kata dia, untuk mendapatkan makan enak, keluarga bisa memesan makanan dari luar.
Oleh karena itu, Jusuf Kalla menekankan perubahan-perubahan ini harus segera diantisipasi dengan baik.
“Sekarang orang bisa belajar dari rumah lewat internet," jelas dia.
Selain ekonomi syariah, Jusuf Kalla juga berharap bahwa perkembangan ekonomi di Indonesia juga dapat muncul dari sektor lain.
"Kita harus muncul lagi dari sektor yang lain, sektor pertambangan, pertanian, industri dan sebagainya karena itulah tentu harus diajarkan bagaimana meningkatkan ekonomi bangsa dan masyarakat," ungkap Jusuf Kalla.