Muhammad Abdullah Azzam
27 Januari 2021•Update: 27 Januari 2021
Selma Kasap
ANKARA
Meski sebagian besar negara maju mengalami hambatan mendapatkan vaksin, namun Turki telah menerima vaksin Covid-19 dengan cepat dan terus maju dengan program vaksinasi publik, kata presiden negara itu pada Selasa.
“Turki berhasil meninggalkan sedikit masalah pada periode ini di saat negara-negara paling makmur pun menghadapi masalah menggapai vaksin [Covid-19],” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan di ibu kota Ankara.
Berbicara pada sebuah upacara pemberian pekerjaan kepada kaum muda dan penyandang disabilitas oleh pemerintah, Erdogan mengatakan Turki telah mengisi hingga 82 persen dari kuota pekerjaan bagi penyandang disabilitas di sektor publik.
Erdogan menambahkan jumlah itu hanya 5.777 pada tahun 2002 - ketika Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) berkuasa – dan pemerintah meningkatkan jumlah pegawai negeri dari penyandang disabilitas menjadi 58.319.
Pada Senin, 6,5 juta dosis vaksin Sinovac tiba di Turki, jumlah itu merupakan pengiriman kedua dari total 10 juta dosis.
Vaksinasi massal dimulai di Turki pada 14 Januari setelah gelombang pertama tiba pada 30 Desember.
Demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin tersebut, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca dan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah divaksinasi pada tahap awal.
Pemerintah tahun lalu memberlakukan jam malam dan lockdow pada akhir pekan untuk membendung penyebaran Covid-19.
Sejak Desember 2019, pandemi telah merenggut lebih dari 2,14 juta jiwa di 192 negara dan wilayah.