Rıdvan Korkulutaş, Aydın Arik, Yusuf Eyyüp Sarı
16 Juni 2022•Update: 17 Juni 2022
BINGOL, Turki
Sekitar 60 persen krisis dan konflik di dunia terjadi di wilayah geografis Turki dan menyangkut negara secara langsung, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.
Berbicara di Konferensi Kebijakan Luar Negeri Turki untuk Kewirausahaan dan Kemanusiaan di kota Bingol, Cavusoglu mengatakan bahwa terlepas dari semua kesulitan ini, Turki telah menjadi negara yang telah meningkatkan kekuatannya di kawasan.
"Oleh karena itu, beban kita berat. Ini harus diatasi," ujar dia.
Cavusoglu mengungkapkan Turki mendekati semua negara secara setara tanpa diskriminasi, dia juga menambahkan bahwa mereka bekerja untuk keadilan dan memecahkan masalah.
"Turki telah menjadi negara pusat gravitasi di peta dunia. Banyak keputusan penting sekarang mulai terbentuk di sini," tambah dia.
Dunia berubah dengan cepat dan setiap negara sedang diuji dengan kemauan, ketahanan, dan kekuatannya dalam menghadapi perkembangan ini, kata Cavusoglu.
"Di sini pandemi Covid-19 telah berakhir, dan perang Ukraina telah dimulai. Ada krisis serius baik pangan maupun energi. Krisis ini mulai mendalam. Resesi ekonomi global sayangnya mulai terasa di mana-mana," sebut dia.
Menlu Turki menambahkan bahwa krisis tidak hanya dirasakan di wilayah negaranya tetapi juga di negara-negara yang jauh.
"Misalnya, krisis Ukraina menyebabkan kelaparan di Afrika, krisis migrasi di Eropa, dan krisis produksi di Amerika Latin," jelas Cavusoglu.