Maria Elisa Hospita
18 Februari 2021•Update: 20 Februari 2021
Havva Kara Aydin
ANKARA
Turki melumpuhkan lebih dari 12.900 teroris di dalam dan di luar negeri sejak 2015.
"Sejak Juli 2015, lebih dari 12.900 teroris, termasuk 6.000 di dalam negeri dan 6.900 di luar negeri, telah dilumpuhkan," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan usai rapat kabinet pada Rabu.
Dalam operasi itu, hampir 1.300 teroris terluka, sementara lebih dari 1.300 lainnya ditangkap hidup-hidup.
Selain itu, setidaknya 2.243 teroris menyerahkan diri ke pasukan keamanan Turki.
"Jadi, jumlah teroris yang dinetralisasi mencapai 17.750 orang," ungkap Erdogan.
Turki, yang belajar banyak dari upaya kudeta 15 Juli 2016, telah memerangi terorisme selama 40 tahun terakhir dan melakukan segala upaya untuk memberantasnya.
"Kami meluncurkan operasi antiteror untuk memusnahkan koridor teror di sepanjang perbatasan selatan," tambah presiden.
Sejak Juli 2016, jumlah pasukan keamanan yang gugur dalam operasi di dalam dan di luar Turki adalah 1.259 orang, di antaranya 401 tentara, 443 personel gendarmerie, 299 petugas polisi, dan 116 petugas keamanan.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris di Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, mendalangi upaya kudeta 15 Juli 2016, di mana 251 orang tewas dan hampir 2.200 terluka.