Muhammad Abdullah Azzam
27 Oktober 2020•Update: 27 Oktober 2020
Selma Kasap
ANKARA
Turki mendukung solusi yang adil, permanen, dan berkelanjutan di Siprus, kata presiden Turki pada Senin.
“Upaya dari pihak Turki saja tidak cukup untuk menemukan sebuah solusi,” ungkap Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada wartawan setelah bertemu dengan Ersin Tatar, presiden Republik Turki Siprus Utara (TRNC) yang baru terpilih.
Dia menambahkan “jelas pihak Yunani tidak berniat menerima solusi atas dasar kerja sama yang setara dengan rakyat Siprus Turki."
Penyebab situasi saat ini di Mediterania Timur adalah Yunani/Siprus Yunani tidak mendengar peringatan Turki sejak 2003 dan mengabaikan saran konstruktifnya, kata Erdogan.
Erdogan mengatakan bahwa dirinya akan berkunjung ke Siprus Utara pada 15 November.
Jumat lalu Tatar dilantik menjadi presiden Siprus Turki.
Sementara itu, Tatar memuji proposal Turki untuk konferensi lima pihak tentang masalah Siprus, menyebutnya sebagai "kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan."
Pulau Siprus terpecah sejak 1974, ketika kudeta Siprus Yunani diikuti oleh kekerasan terhadap rakyat Turki di pulau itu dan intervensi Ankara sebagai kekuatan penjamin.
Proses perdamaian yang terus-menerus dalam beberapa tahun terakhir, termasuk inisiatif 2017 yang gagal di Swiss di bawah naungan negara penjamin Turki, Yunani, dan Inggris.
Negara Republik Turki Siprus Utara didirikan pada 1983.