Muhammad Abdullah Azzam
27 September 2018•Update: 27 September 2018
Alaattin Doğru
DAKAR
Sebanyak 117 tahanan narapidana melarikan diri dari sebuah lapas di wilayah Anglophone (wilayah berbahasa Inggris) barat laut Kamerun.
Menurut laporan media setempat, sekelompok orang bersenjata membebaskan para tahanan di Lapas Wum dengan memanfaatkan keadaan listrik yang padam selama tiga pekan. Mereka masuk ke penjara tersebut melalui bagian belakang.
Sebanyak 117 tahanan memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri di saat terjadi bentrokan antara kelompok bersenjata dengan petugas keamanan di lapas tersebut.
Kelompok bersenjata tersebut berhasil melarikan diri dari tempat kejadian.
Pada bulan Juli, 163 tahanan melarikan diri dari lapas di wilayah yang sama setelah terjadi peristiwa serangan bersenjata.
Kamerun telah diriuhkan oleh protes selama lebih dari setahun, dengan penduduk di daerah yang berbahasa Inggris dan mengatakan bahwa mereka telah dipinggirkan selama beberapa dekade oleh pemerintah pusat dan kelompok mayoritas yang berbahasa Prancis.
Para demonstran menyerukan agar kembali ke federalisme atau ke negara berbahasa Inggris, yang oleh para demonstran disebut sebagai "Republik Federal Ambazonia".
Krisis di wilayah Anglophone, yang dimulai sebagai sebuah demonstrasi sektoral, berkembang dengan cepat menjadi sebuah pemberontakan bersenjata, menyusul represi kekerasan pasukan keamanan Kamerun pada 22 September dan 1 Oktober 2017, menurut International Crisis Group (ICG).