Astudestra Ajengrastrı
13 September 2018•Update: 13 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan pada Rabu telah memberikan sertifikasi kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang akan bekerja untuk mencegah jatuhnya korban sipil dalam serangan bom mereka di Yaman.
Pompeo berkata telah memberitahu Kongres pada Selasa soal keputusan ini, yang berarti mengizinkan berlanjutnya bantuan militer AS kepada koalisi.
"Pemerintah Trump telah menyatakan dengan jelas, mengakhiri konflik di Yaman adalah prioritas keamanan nasional," kata dia melalui sebuah pernyataan.
"Kami akan terus bekerja dengan dekat dengan koalisi pimpinan Saudi untuk meyakinkan Arab Saudi dan UEA tetap mendukung usaha PBB untuk mengakhiri perang sipil di Yaman, mengizinkan akses untuk bantuan komersial dan kemanusiaan lewat sebanyak mungkin jalan, dan melakukan aksi yang memitigasi imbas konflik kepada rakyat sipil dan infrastruktur sipil," dia menambahkan.
Yaman masih terkoyak karena konflik sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai negara tersebut, termasuk Ibu Kota Sanaa.
Konflik meningkat di setahun setelahnya ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-nya meluncurkan serangan udara yang bertujuan untuk menggulung kekuasaan Houthi di Yaman.
Serangan udara pimpinan Saudi dilingkupi permasalahan HAM, sampai pada 9 Agustus lalu serangan udara mengenai sebuah bus sekolah dan menewaskan 40 anak-anak usia 6-11 tahun. Sebelas orang lainnya juga meninggal dunia.
Serangan ini adalah yang terakhir dari rangkaian serangan yang membuat dunia internasional marah.
Perwakilan Ro Khanna, penentang utama bantuan militer AS kepada koalisi Riyadh, menyebut sertifikasi Pompeo ini sebagai "lelucon", hanya beberapa saat setelah diumumkan kepada publik.
"Saudi dengan sengaja mengebom sebuah bus penuh anak-anak. Hanya ada satu jawaban moral, yaitu mengakhiri dukungan kita kepada intervensi mereka di Yaman. Jika pemerintahan ini tidak mau melakukannya, maka Kongres harus mengeluarkan Resolusi Kekuatan Perang," kata dia.
Namun Menteri Pertahanan James Mattis sepakat dengan Pompeo, berkata Riyadh dan Abu Dhabi "memastikan semua usaha untuk mengurangi risiko masyarakat sipil dan kerusakan tambahan pada infrastruktur sipil."