Barry Eitel
11 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengumumkan bahwa musim influenza saat ini setara dengan epidemi flu babi pada tahun 2009.
Musim flu, yang dimulai sejak Oktober lalu di Amerika Serikat, diprediksi belum sampai pada puncaknya.
CDC mengatakan, 10 anak meninggal karena flu dalam minggu yang berakhir pada 3 Februari. Jumlah kematian anak-anak hingga kini tercatat mencapai angka 63 orang.
Musim flu ini berada pada tingkat tinggi di 43 negara bagian, Puerto Rico dan District of Columbia.
"Kami berharap untuk memiliki berita yang lebih baik untuk dibagikan hari ini, namun sayangnya sepertinya musim flu kali ini terus menjadi sangat menantang," ujar Direktur CDC Dr. Anne Schuchat dalam sebuah konferensi pers.
"Sebentar lagi kami mungkin akan memberikan catatan terbaru," imbuh dia.
Tingkat rawat inap di rumah sakit untuk flu musim ini berada di 59,9 per 100 ribu orang.
Kira-kira satu dari tujuh kunjungan ke dokter minggu lalu disebabkan oleh gejala yang secara tradisional terkait dengan flu.
CDC mengatakan ini adalah tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan kondisi yang tidak terlihat sejak pandemi flu babi pada sembilan tahun lalu.
Meskipun tidak ada strain flu baru secara khusus tahun ini, virus yang sedang meranggas di AS sekarang sulit dikendalikan hanya dengan vaksin flu.
Khususnya, strain influenza A H3N2, yang telah menyebabkan penyakit yang paling parah musim ini, terbilang sulit ditaklukan melalui vaksinasi.
Namun, CDC mengatakan vaksinasi dapat membantu menurunkan tingkat keparahan infeksi H3N2.
“Musim ini adalah pengingat tentang betapa parahnya influenza dan bagaimana kita seharusnya selalu waspada,” ujar Schuchat.
Meski begitu, dalam laporan mingguannya, CDC mengungkapkan bahwa tingkat H3N2 tampak mengalami penurunan, meski strain influenza B dan influenza A H1N1 masih terus meningkat.