İqbal Musyaffa
13 Maret 2019•Update: 13 Maret 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia masih menanti jawaban dari Federal Aviation Authority (FAA) terkait jangka waktu larangan terbang sementara pesawat jenis Boeing 737 Max 8.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan instruksi larangan terbang sementara (temporary grounded) untuk pesawat Boeing jenis ini selama satu minggu sejak 12 Maret, sambil dilakukan proses inspeksi.
Larangan terbang sementara tersebut terkait jatuhnya pesawat sejenis yang digunakan oleh maskapai Ethiopian Airlines pada Minggu lalu.
Direktur Jenderal Penerbangan Udara Kementerian Perhubungan Polana Pramesti mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada FAA untuk meminta saran dan masukan terkait tambahan inspeksi yang harus dipertimbangkan dalam mengukur aspek keselamatan pesawat tersebut.
Dia menambahkan pemerintah masih menantikan jawaban dari FAA terkait surat tersebut.
“Kami sebenarnya sudah melakukan inspeksi setelah kejadian jatuhya Lion Air PK LQP yang jatuh Oktober lalu dengan pesawat Boeing,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Polana menambahkan pihaknya belum mendapatkan informasi terkait proses investigasi jatuhnya pesawat Lion Air oleh KNKT, meskipun ada rekomendasi yang harus dilakukan oleh operator.
“Temporary grounded akan berlaku sambil menunggu proses inspeksi pada pesawat dan kepastian dari FAA,” jelas Polana.
Dia memastikan kebijakan larangan terbang sementara tersebut tidak mengganggu penerbangan domestik dan internasional di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kelaikudaraan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Arivianto mengatakan FAA akan mengeluarkan Airworthiness Directive (arahan kelaikudaraan) yang terbaru.
FAA rencananya akan mengeluarkan arahan baru tersebut pada April mendatang.
“Akan ada modifikasi dari manufaktur dan kita masih menunggu,” tambah dia.
Arivianto mengungkapkan surat pernyataan kepada FAA terkait larangan terbang sementara terhadap Boeing Max 8 yang dilakukan Indonesia karena sudah banyak negara yang merespon hal ini setelah kejadian jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.
“FAA mungkin masih menginvestigasi untuk memberikan informasi secepatnya sehingga bisa memberikan keputusan yang lebih matang terkait temporary grounded tersebut,” urai Avirianto.