Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
06 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
Aref Yousef, Hamdi Yildiz
BAGHDAD
Mantan Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi mengatakan negara itu sedang dalam proses mempersiapkan langkah-langkah hukum untuk mengusir pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di negara itu untuk memerangi Daesh/ISIS.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu, pemerintah mengatakan Abdul-Mahdi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian melalui telepon untuk memberitahukan tentang langkah tersebut.
Mereka juga membahas masa depan hubungan antara Irak dan koalisi internasional melawan Daesh/ISIS dan perang melawan terorisme.
Pembicaraan terjadi setelah parlemen Irak pada Minggu dengan suara bulat memilih untuk mengeluarkan semua pasukan asing dari negara itu.
Langkah ini dilakukan setelah Qasem Soleimani, kepala Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran, dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada Jumat pagi.
Komandan senior pasukan Hashd al-Shaabi Irak Abu Mahdi al-Muhandis dan delapan orang lainnya juga tewas dalam serangan itu.
Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menganugerahkan kehormatan kepada Soleimani tahun lalu, bersumpah akan melakukan pembalasan kejam dalam menanggapi pembunuhan sang jenderal.
Pentagon menuduh Soleimani menyetujui serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pekan lalu dan berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.