Ikrame Imane Kouachi
23 September 2026•Update: 23 September 2026
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu menuding negara-negara Eropa menerapkan standar ganda dalam menyikapi perkembangan terbaru di kawasan.
Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sejumlah pertemuan dengan para menteri luar negeri Eropa di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Selama berada di New York, Araghchi bertemu dengan menteri luar negeri Prancis, Belanda dan Austria, serta mitranya dari Irak dan Azerbaijan.
Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral, perkembangan regional dan internasional, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta situasi di Selat Hormuz.
Araghchi mengatakan ketidakamanan di Selat Hormuz "sepenuhnya disebabkan oleh tindakan agresif AS dan Israel."
Menurut dia, pemulihan keamanan di jalur perairan strategis tersebut bergantung pada dihentikannya tindakan Washington yang disebutnya telah menyebabkan ketidakamanan.
"Negara-negara Eropa yang mengaku membela supremasi hukum dan hak asasi manusia tidak dapat tetap diam atau mendukung agresi militer terbuka terhadap Iran," kata Araghchi.
Dia menyerukan semua negara, terutama negara-negara Eropa, untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai "segala bentuk dukungan terhadap Israel" dan berupaya "mencegah Israel bertindak tanpa pertanggungjawaban."
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Menurut Teheran, serangan tersebut telah menewaskan ribuan orang.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone di sejumlah wilayah serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi global.