Ayhan Simsek
07 Maret 2018•Update: 07 Maret 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Menteri Luar Negeri Turki mendesak pemerintah Jerman untuk mengubah imbauan perjalanan ke Turki, karena sudah ketinggalan zaman dan tidak mencerminkan situasi Turki yang sebenarnya.
"Imbauan perjalanan terbaru tidak mencerminkan realita di Turki maupun kondisi hubungan bilateral kedua negara saat ini," ujar Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Selasa.
Cavusoglu menegaskan bahwa Turki telah menyampaikan semua kekhawatiran, berhasil mencapai situasi normal setelah percobaan kudeta pada 2016, dan mengambil langkah-langkah keamanan di sepanjang perbatasannya dengan Suriah untuk melawan potensi ancaman teror.
"Tujuan wisata populer Turki, Antalya atau Istanbul, tidak kalah aman dibandingkan kota lain di Eropa," jelas dia.
Turki telah menjadi salah satu tujuan wisata paling populer bagi wisatawan Jerman, namun dalam beberapa tahun terakhir jumlah wisatawan terus menurun, karena konflik di negara-negara tetangga Turki, juga ketegangan politik antara Ankara dan Berlin.
Jumlah wisatawan Jerman turun dari 5,5 juta pada 2015 menjadi 3,9 juta pada 2016. Pada 2017, sekitar 3,5 juta wisatawan Jerman melakukan perjalanan ke Turki.
Cavusoglu berharap, upaya dalam beberapa bulan terakhir untuk menormalisasi hubungan politik juga akan berdampak positif pada sektor pariwisata.
"Dalam tiga bulan pertama tahun ini, jumlah pengunjung Jerman telah meningkat secara signifikan," kata Cavusoglu.
Dia menambahkan bahwa angka tersebut menunjukkan bahwa turis Jerman, yang memilih negara lain sebagai tujuan wisata dalam dua tahun terakhir, akan melakukan perjalanan lagi ke Turki.
Kunjungan resmi Cavusoglu ke Jerman berlangsung selama dua hari. Hari ini, dia dijadwalkan untuk mengunjungi pameran pariwisata Berlin ITB.