Maria Elisa Hospita
25 Oktober 2019•Update: 25 Oktober 2019
Muhammed Emin Canik
ANKARA
Korban jiwa akibat kericuhan di Chile bertambah menjadi 19 orang pada Kamis.
Demonstrasi masih terus berlanjut di negara itu, meskipun pemerintah sudah membatalkan kenaikan tarif kereta bawah tanah.
Menurut Kantor Kejaksaan Santiago, Agustin Juan Coro Conden, yang berkewarganegaraan Peru, meninggal dunia setelah seorang pria melepaskan tembakan ke segala arah untuk melindungi tokonya yang dijarah di Kota Puente Alto.
Sebagian besar kematian disebabkan oleh kericuhan selama penjarahan pada Minggu.
Pekan lalu, pengunjuk rasa melompati pintu putar di stasiun metro di ibu kota tanpa membayar tiket sebagai bentuk protes atas kenaikan tarif sebesar empat persen.
Untuk mencegah eskalasi krisis, Presiden Sebastian Pinera pun membatalkan kenaikan tarif kereta, menaikkan upah minimum karyawan, dan menunda kenaikan harga listrik sampai tahun depan.
Menurut Badan Statistik Chile, setengah dari jumlah total buruh di negara itu menghasilkan USD550 atau kurang per bulannya.
Pemerintah Chile mendeklarasikan masa darurat 15 hari pada Sabtu lalu.