Maria Elisa Hospita
04 Juli 2019•Update: 05 Juli 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan warga negaranya yang ditahan di Korea Utara telah dibebaskan.
Menurut Australian Broadcasting Corporation (ABC), di hadapan parlemen, Morrison mengatakan Alek Sigley telah meninggalkan negara komunis itu.
Sigley, 29, yang tinggal di Korea Utara, dilaporkan hilang oleh teman-temannya sejak pekan lalu.
Dia sedang menempuh pendidikan master Sastra Korea di Universitas Kim Il-sung di Pyongyang sejak 2018.
PM Australia menambahkan bahwa pembebasan Sigley dilakukan melalui "misi rahasia" pejabat Swedia.
Australia tidak menempatkan diplomat di Pyongyang sehingga mereka meminta bantuan kedutaan besar Swedia.
"Alek aman dan sehat," tambah Morrison.
"Kami diberi tahu bahwa [Republik Rakyat Demokratik Korea] telah membebaskannya dari penahanan. Saya dapat mengkonfirmasi bahwa dia sudah tiba dengan selamat," kata dia lagi.
Pembebasan Sigley terjadi setelah para diplomat Swedia bertemu dengan pejabat Korea Utara atas nama Australia pada Rabu.