Tufan Aktaş
24 Maret 2018•Update: 25 Maret 2018
Tufan Aktaş
ADDIS ABABA
Anak-anak muda di Ethiopia menunjukkan minat yang tinggi untuk proyek budaya Turki yang diluncurkan oleh Yunus Emre Institute hingga harus membuka kursus-kursus tambahan.
Tiga perguruan tinggi di Addis Ababad, Wollo dan Mekelle ikut serta dalam proyek ini sejak Maret, yaitu mengajarkan bahasa Turki ke sekitar 900 pemuda-pemudi Ethiopia.
"Semua yang datang ke saya adalah mahasiswa teknik yang ingin belajar bahasa Turki karena berminat bekerja di perusahaan-perusahaan Turki di Ethiopia. Mereka percaya ilmu tambahan ini bisa menguntungkan mereka," kata Emine Ciftci, pengajar di Wollo University, yang mengajarkan bahasa Turki ke sekitar 470 orang.
Selain Ciftci, ada pun seorang pengajar Turki di Addis Ababa University, yang bisa menerima 110 siswa saja karena ketimpangan antara tenaga kerja dan minat siswa yang sangat tinggi.
"Semua menuntut agar kami membuka kelas ekstra. Kami selalu menerima murid-murid baru yang ingin mendaftar untuk kelas berikutnya," kata Kubilay Han Kalkan kepada Anadolu Agency.
Yunus Emre Institute bertujuan untuk mempromosikan budaya dan bahasa Turki kepada dunia, kata Kalkan, yang juga mengatakan dia akan menaikkan kuota pelajar tahun depat.
Sedangkan, Hussein Idris, mahasiswa ilmu sosiologi di Addis Ababa University, mengatakan sangat senang dengan kursus bahasa yang diikutinya. Dia juga berencana menuntut ilmu lebih tinggi di Turki.
"Saya ingin Turki memiliki hubungan yang kuat dengan negara-negara Tanduk Afrika seperti Ethiopia, Djibouti dan Eritrea," kata Idris.
Yunus Emre Institute meluncurkan program pengenalan budaya Turki di 46 negara dan 85 perguruan tinggi. Sebanyak 85 akademisi dari Turki bekerja untuk proyek itu dan mengajarkan bahasa Turki kepada 4.785 orang tahun lalu.