Muhammad Abdullah Azzam
23 Maret 2021•Update: 23 Maret 2021
Merve Aydogan, Nazli Yuzbasioglu
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Senin bertemu dengan Jane Holl Lute, utusan khusus PBB untuk sengketa Siprus, di ibu kota Turki, Ankara.
Cavusoglu dan Lute membahas persiapan pertemuan informal 5+1 di Siprus, yang rencananya akan diadakan di Jenewa pada akhir April di bawah kepemimpinan PBB, kata Cavusoglu di Twitter.
"Penyelesaian yang berkelanjutan dan realistis untuk kepentingan semua pihak di Siprus adalah kerja sama dua negara berdasarkan kedaulatan yang setara," tambah dia.
Pertemuan 5+1 tidak resmi ini - termasuk kedua belah pihak di Siprus, tiga negara penjamin, ditambah PBB - akan diadakan pada 27-29 April di Jenewa.
Pulau itu telah terbagi dua sejak 1964 ketika serangan kelompok Yunani memaksa warga Siprus Turki mundur ke daerah kantong demi keselamatan mereka.
Pada tahun 1974, kudeta oleh Siprus Yunani yang bertujuan untuk mencaplok Yunani menyebabkan intervensi militer Turki sebagai kekuatan penjamin untuk melindungi warga Siprus Turki dari penganiayaan dan kekerasan.
Kemudian Republik Turki Siprus Utara didirikan pada tahun 1983.
Pemerintahan Siprus Yunani memasuki Uni Eropa pada tahun 2004, tahun yang sama ketika Siprus Yunani menggagalkan Rencana Annan PBB untuk mengakhiri perselisihan selama puluhan tahun.
Secara terpisah, menteri luar negeri Turki melakukan percakapan telepon dengan Menlu Libya yang baru diangkat Najla El Mangoush dan mengucapkan selamat kepadanya atas jabatannya, menurut sumber diplomatik.
El Mangoush dari wilayah timur Libya diangkat menjadi menteri luar negeri wanita pertama di negara itu.
Dengan pengalaman hampir 15 tahun, dia telah bekerja di berbagai organisasi internasional dan tinggal di AS sejak 2012.
Cavusoglu juga menerima kunjungan David Satterfield, duta besar AS untuk Turki, di ibu kota Ankara.
Menurut sumber diplomatik, perkembangan terakhir dibahas pada pertemuan yang diadakan sebelum pertemuan dua hari menteri luar negeri NATO yang akan dimulai pada Rabu besok.
Satterfield dipilih oleh mantan Presiden AS Donald Trump pada 16 Februari 2019, untuk menjadi duta besar AS untuk Turki, sementara dia menjabat sebagai Penjabat Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Dekat sejak 2017.
Sebelum Satterfield, John Bass adalah yang terakhir menjabat duta besar Amerika untuk Turki dari 2014 hingga 2017.